Warga Resah Bau Limbah Dapur MBG Cigombong 2, Saluran Air Minta Segera Di Pasang
Bogor, amunisicyber.my.id – Warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigombong 2 mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah aktivitas dapur. Warga menilai, persoalan tersebut perlu segera ditangani karena air limbah disebut mengalir dan dibuang ke selokan yang berada di lingkungan permukiman.
Keluhan warga terutama terkait bau limbah yang dinilai mengganggu kenyamanan.
Warga juga mempertanyakan lambannya penanganan saluran pembuangan air limbah dari dapur tersebut. Meskipun SPPG Cigombong 2 diketahui mempekerjakan sejumlah warga sekitar, hal tersebut menurut warga tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan lingkungan.
“Memang ada warga sekitar yang bekerja di sini, tetapi tidak semua warga dipekerjakan. Persoalan bau limbah tetap harus ditangani karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga. (08-09-2026)
Sementara itu, pihak dapur yang akrab disapa Bu Marco, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak yayasan.
Menurutnya, terkait rencana pemasangan pipa untuk penanganan saluran limbah, pihak yayasan saat ini belum memiliki kesiapan anggaran.
“Pihak kami sudah menyampaikan kepada pihak yayasan. Untuk pemasangan pipa, pihak yayasan belum siap untuk anggarannya,” jelas Bu Marco.
Menanggapi adanya informasi mengenai kemungkinan aksi demonstrasi warga, Bu Marco mengatakan bahwa pihak dapur juga telah memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk bekerja.
“Kalau masalah isu warga yang akan demo, di dapur ini juga mempekerjakan warga sekitar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat dapat bersabar karena keluhan yang disampaikan warga telah diteruskan kepada pihak yayasan untuk mendapatkan penanganan.
Persoalan ini diharapkan tidak berlarut-larut, mengingat pengelolaan air limbah merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Kepala Desa Cigombong, Hendrawan, membenarkan adanya keresahan yang disampaikan warga terkait keberadaan dapur MBG/SPPG Cigombong 2.
Namun, menurut Hendrawan, persoalan yang dikeluhkan warga bukan semata-mata mengenai bau limbah, melainkan dugaan tercemarnya sumber air sumur warga akibat rembesan atau serapan air limbah dari aktivitas dapur.
Hendrawan mengatakan, pihak Pemerintah Desa Cigombong sebelumnya telah memberikan solusi kepada pihak dapur agar menyediakan sarana air bersih bagi warga yang terdampak. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sekaligus mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
Namun demikian, hingga saat ini solusi yang telah disampaikan oleh pihak desa tersebut belum juga direalisasikan oleh pengelola dapur.
“Kami sudah memberikan solusi kepada pihak dapur untuk menyediakan sarana air bersih bagi warga. Tetapi sampai saat ini belum ada realisasi,” ujar Hendrawan.
Pemerintah desa berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola dapur, sehingga keresahan masyarakat dapat diselesaikan dan kebutuhan dasar warga, khususnya ketersediaan air bersih, tidak terganggu.
sehingga aktivitas SPPG tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak yang mengganggu masyarakat sekitar. (Wahyu)
Related Articles