Meski Bos Minim, SDIT Al - Hasanah Caringin Gratiskan Biaya Pendidikan
Bogor, amunisicyber.my.id - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hasanah Caringin adalah salah satu sekolah dasar Islam swasta di wilayah Kecamatan Caringin, yang berlokasi di Kampung Cibeling RT 03/RW 06, Desa Cinagara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekolah swasta dengan NPSN 69758806 ini telah terakreditasi B, dan menyelenggarakan program pendidikan dasar dengan memadukan kurikulum nasional dan nilai-nilai keislaman, tanpa memungut biaya kepada orang tua siswanya, alias gratis.
Sekolah dasar dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, milik Yayasan Nurul Hikmah Al - Hasanah itu didirikan pada tanggal 1 Juli 2014 dengan Nomor SK Pendirian 421.2/113-Disdik/2012. Selain SDIT Al - Hasanah, Yayasan ini juga menaungi bidang pendidikan TPQ/TKQ, Pondok Pesantren Putra dan Putri, Majelis Taklim serta Pengajian Tradisional.
"Sejak mulai beroperasi hingga sekarang, sekolah kami membebaskan biaya kepada para orang tua siswa. Paling juga ada iuran kas yang dikelola oleh orang tua siswa. Perharinya sebesar dua ribu rupiah. Uang yang terkumpul itu dipergunakan untuk kepentingan siswa, misalnya untuk memberikan sumbangan kepada siswa yang sakit.
Saat ini siswa di sekolah kami berjumlah 163 orang, semuanya warga Cinagara. Sementara untuk jumlah guru di sekolah kami sebanyak 7 orang. Untuk honor guru, kami hanya mengandalakan dana bos dari pemerintah", papar H. Bubun, selaku kepala sekolah SDIT Al - Hasanah, beberapa waktu lalu.
H. Bubun menyebutkan, saat ini sekolahnya telah memiliki ruang kelas sebanyak 4 lokal di 2 lantai, 1 ruang administrasi dan 1 ruang majelis taklim. Dia mengakui aset yang dimiliki sekolahnya saat ini tidak diperolehnya dengan mudah.
"Aset yang kami miliki saat ini melalui proses yang panjang. Awalnya aset kami hanya dua lokal. 1 lokal madrasah dan 1 kantor. Sambil berjalan, kami merintis sedikit demi sedikit secara swadaya mandiri. Hingga pada tahun 2014, kami mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui anggota DPRD Kabupaten Bogor dari salah satu partai politik. Berkat bantuan tersebut, alhamdulillah kami bisa menambah 2 lokal ruang belajar dan membeli sebidang tanah untuk perluasan", jelasnya.
Pada tahun 2015, lanjut dia, sekolahnya kembali mendapatkan bantuan dari Sarpras Kemendiknas untuk pembangunan 2 lokal ruang kelas. "Dari tahun 2015 hingga 2025 sekolah kami tidak mendapat bantuan. Hingga akhirnya di tahun 2026 ini alhamdulillah sekolah kami kembali mendapatkan Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, untuk rehabilitasi 4 ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang, pembangunan toiket beserta sanitasinya, dan perbaikan ruang administrasi serta ruang UKS", tandasnya. (Raden)
Related Articles